Sistem Pakar

Diagnosa Efek Negatif Penggunaan Gadget Pada Generasi Alpha
Cek Sekarang
hero

Cari Tahu Efek dan Cara Mengatasinya

Ikuti petunjuk di bawah ini agar Anda tidak kesulitan saat diagnosa penyakit anak.

Isi Biodata
Isi Biodata

Silakan buka halaman Diagnosa dan lengkapi informasi biodata Anda.

Pilih Gejala
Pilih Gejala Penyakit

Pengguna akan diberikan beberapa pertanyaan terkait gejala yang dialami.

Hasil dan Solusi
Hasil Penyakit dan Solusi

Hasil diagnosa dan solusi terbaik akan muncul berdasarkan gejala yang Anda pilih.

Dampak Negatif Dari Penggunaan Gadget Berlebihan

1. Virtual Autism

Penjelasan: Virtual Autism adalah fenomena yang menyerupai autisme yang muncul akibat terlalu sering terpapar layar gadget, terutama pada anak usia dini. Anak-anak dengan kondisi ini cenderung mengalami keterlambatan berbicara, sulit memahami bahasa, dan lebih tertarik pada layar dibandingkan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Mereka kurang peka terhadap emosi sosial dan mudah kehilangan fokus. Jika terus dibiarkan, perkembangan kognitif dan emosional anak dapat terganggu secara permanen.

2. Tech Neck Syndrome

Penjelasan: Tech Neck Syndrome terjadi akibat kebiasaan menunduk saat menggunakan gadget, yang menyebabkan tekanan berlebih pada leher dan punggung atas. Kondisi ini menyebabkan nyeri leher kronis, postur tubuh memburuk, dan sering disertai sakit kepala. Lama-kelamaan, pengguna mengalami ketidaknyamanan berkepanjangan dan penurunan kualitas hidup jika tidak diatasi dengan perubahan postur dan kebiasaan penggunaan gadget.

3. Digital Eye Strain

Penjelasan: Digital Eye Strain muncul akibat mata terlalu lama terpapar cahaya dari layar tanpa istirahat. Gejalanya meliputi mata merah, kering, sakit kepala, hingga penglihatan kabur atau ganda. Selain itu, kelelahan visual dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas seseorang. Istirahat mata secara berkala dan pencahayaan yang tepat menjadi cara utama mencegah kondisi ini.

4. Internet Gaming Disorder

Penjelasan: Internet Gaming Disorder adalah gangguan perilaku yang timbul akibat kecanduan bermain game online. Penderitanya sering mengabaikan tugas sekolah atau pekerjaan, mengalami gangguan tidur, kelelahan, dan ketidakseimbangan emosi seperti mudah marah atau cemas. Mereka juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, yang akhirnya memengaruhi hubungan dengan keluarga dan teman.

Cara kerja metode Foward Chaining

Forward Chaining adalah teknik inferensi dalam sistem pakar yang berproses dari fakta awal menuju kesimpulan melalui serangkaian aturan yang cocok.

Gambar Penjelas

Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Efek Negatif Penggunaan Gadget

Proses ini melibatkan pengumpulan fakta, penerapan aturan, penambahan informasi baru, iterasi dengan informasi tersebut, dan berlanjut hingga mencapai kesimpulan.

Memulai Jawaban Pertanyaan Penting

Proses menjawab pertanyaan kunci melibatkan pengumpulan fakta, penerapan aturan, penambahan informasi, iterasi, dan berlanjut hingga kesimpulan untuk respons yang mendalam dan komprehensif.

Metode Forward Chaining adalah teknik inferensi yang digunakan dalam sistem pakar, dimana proses penalaran dimulai dari informasi yang diketahui menuju kesimpulan yang dicari.

Dalam sistem pakar ini, metode Forward Chaining memulai dengan gejala-gejala yang diamati pada anak, kemudian menerapkan aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk mencapai diagnosa penyakit.

Metode ini dipilih karena kemampuannya untuk menangani situasi dimana informasi awal yang tersedia adalah gejala-gejala yang mudah di amati, dan proses inferensi dapat dilakukan secara sistematis hingga mencapai diagnosa yang tepat.

Keuntungan utama adalah efisiensi dalam mencapai kesimpulan tanpa perlu mengevaluasi semua aturan yang ada, hanya aturan yang relevan dengan informasi yang tersedia.

Tantangan utama adalah memastikan bahwa basis pengetahuan dan aturan yang digunakan lengkap dan akurat, sehingga dapat menghasilkan diagnosa yang tepat.